9 Cara Berdagang Rasulullah yang Berkah dan Sukses, Yuk Di Tiru!

Untuk zaman sekarang ini sangat susah kita menemukan seorang pedagang yang memang benar benar mengamalkan Cara Berdagang Rasulullah yang Berkah dan Sukses, kebanyakan para pedagang sekarang semata mata hanya untuk mencari keuntungan sendiri dan bertujuan agar barang yang di jual nya bisa habis atau cepat laku tanpa memperdulikan kerugian para calon pembeli nya sendiri.


Yang lebih parah nya lagi ada sebagian pedagang yang memang bermain curang dalam memainkan harga dan mengurangi jumlah barang tanpa sepengetahuan pembeli. Semoga kita semua tidak termasuk ke dalam golongan tersebut, karena azab Allah sangat lah pedih terhadap orang yang curang di dalam berdagang.


Sebenar nya bila kita mau mengamal kan Cara Berdagang Rasulullah, sudah pasti hasil yang kita dapat akan menjadi berkah baik untuk para pedagang maupun pembeli. Kita akan melihat betapa orang akan percaya terhadap kita apabila kita mengamalkan Cara Berdagang Rasulullah yang Berkah dan Sukses.


BACA JUGA : Tata cara mandi wajib dengan benar.


Di bawah merupakan tata Cara Berdagang Rasulullah yang Berkah dan Sukses, coba deh kita amal kan bersama niscaya kita akan mendapatkan keberkahan rezki dan dagangan kita menjadi laris manis.


cara berdagang ala Rasulullah SAW


1. Jujur

Cara berdagang Rasulullah SAW yang pertama adalah meneladani sikap jujur.


Jujur merupakan sifat Nabi Muhammad SAW (Shiddiq) dalam perkataan maupun perbuatannya. Termasuk dalam berbisnis.


Beliau tidak pernah berbohon atau berisfat munafik. Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya para pedagang (pengusaha) akan dibangkitkan pada hari kiamat sebagai para penjahat, kecuali pedagang yang bertakwa kepada Allah SWT, berbuat baik dan jujur” (HR.Tirmidzi).


2. Menjual Barang dengan Kualitas yang Bagus

Cara berdagang menurut Islam yang berkah adalah menjual barang-barang dengan kualitas yang bagus. Sehingga, tidak merugikan pembeli.


BACA JUGA : Ada beberapa langkah cara membersihkan jerawat sampai ke akar akar nya.


Dalam sebuah hadis riwayat Ibnu Majah, Uqbah bin Amir mereka pernah mendengan Rasulullah SAW berkata:


“Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, tidak halal bagi seorang muslim untuk menjual barang yang ada cacatnya kepada temannya, kecuali jika dia jelaskan. (HR. Ibnu Majah.)


3. Reputasi yang Dijaga

Berikutnya cara berdagang Nabi Muhammad SAW adalah menjaga reputasi yang didapat dari jaminan mutu barang. Sebelum dibeli beliau menjelaskan semua kondisi barang-barang tersebut kepada pelanggannya.


4. Tegas Melarang Adanya Monopoli

Berikutnya, cara berbisnis Nabi Muhammad SAW adalah tidak melakukan monopoli dagang.


Monopoli dalam hal ini adalah penahanan barang komoditi oleh pihak-pihak tertentu yang ingin meraup keuntungan lebih tinggi dan menjual saat barang-barang dibutuhkan


Nabi Muhammad bersabda, “Pedagang yang mau menjual barangnya dengan spontan akan diberi kemudahan, tetapi penjual yang menimbun barang akan mendapat kesusahan.” (HR. Ibnu Majah dan Thusiy).


5. Berani Mewujudkan Mimpi

Cara agar dagangan laris terus adalah selalu berani mewujudkan mimpi dengan kondisi apapun.


Contohnya, Rasulullah SAW adalah seorang penggembala kambing. Namun, beliau ingin mengubah hidupnya jadi lebih baik lagi. 


Lalu, manajer tempat kerjanya sebagai pedagang membantu Rasulullah SAW menjadi owner sebuah perusahaan.


6. Tabligh

Cara berdagang Rasulullah SAW yang harus kamu teladani selanjutnya adalah menjelaskan kekurangan dari barang tersebut jika ada. 


 Dalam hadis yang diriwayatkan Ibn Majah, suatu ketika Uqbah bin Amir mendengar Rasulullah berkata:


 “Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, tidak halal bagi seorang muslim untuk menjual barang yang ada cacatnya kepada saudaranya, kecuali jika dia mejelaskan (kekurangan itu)”.


 Beliau adalah Enterpreneur yang Cerdas.


7. Ambillah Keuntungan Sewajarnya

Cara berdagang menurut Islam selanjutnya adalah memiliki keuntungan.

Semasa berdagang, beliau ingin memberitahukan modal dengan jujur. Sebab, menurut Rasulullah SAW usaha tidak semata-mata untuk materi, tetapi bisa mendapat berkah Allah SWT.


8. Lakukan Strategi Pemasaran

Baginda Nabi pun ternyata sudah menerapkannya sejak dulu.


Cara berdagang Rasulullah antara lain, membidik target pasar. Sedangkan untuk berpikir kreatif dan inovati menjual barang, beliau menjalin hubungan baik dengan pelanggan maupun kolega-koleganya


9. Bersifat Fathanah

Cara berdagang Rasulullah SAW yang terakhir adalah tidak mudah putus asa. Ini merupakan sikap beliau dalam berbisnis. 


BACA JUGA : Langkah - langkah untuk memulai bisnis properti.


Perlu diingat, apapun yang dijalankan dalam berdagang semua itu adalah proses. Hal ini disebut dalam Q.S Yusud ayat 87 yang berbunyi:


“Yaa baniyyaz habuu fatahassasuu miny Yuusufa wa akhiihi wa laa tai’asuu mir rawhil laahi innahuu laa yai’asu mir rawhil laahi illal qawmul kaafiruun.”


Artinya:

Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah, hanyalah kaum yang kafir.


Selain itu, dalam Al-Qur’an Allah SWT berfirman:

“Barangsiapa yang menghendaki keuntungan akhirat, akan Kami tambahkan keuntungan itu baginya, dan barangsiapa yang menghendaki keuntungan dunia, Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu kebahagiaan pun di akhirat .” (QS. Asy-Syuraa: 20)


Cobalah mulai teladani sifat Rasulullah SAW dalam berdagang, Insya Allah sifat-sifat baik yang kamu pelajari akan membuat bisnismu sukses besar.


Aamiin.


Semoga tips yang telah tertuang pada artikel ini menjadi cara baru kita untuk mulai berhijrah dari yang kurang baik dalam berdagang menjadi cara berdagang yang di cintai Allah SWT dan nabi kita Muhammad SAW.


Agar kita semua mendapat kan pahala maka ada baik nya kita saling berbagi ilmu agar bisa di amalkan sesama yaitu minimal kita bisa membagikan artikel ini ke yang lain, agar mereka juga bisa mendapatkan manfaat dari tips Cara Berdagang Rasulullah yang Berkah dan Sukses.

Tags
To Top